10/12/2020

Bagaimana Derajat Wanita Menurut Sudut Pandang Islam?

Dari Ubadah bin Katsir, dari Abdullah Al Jariri, dari Maimunah istri Nabi saw, dia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Sebaik-baik lelaki dari umatku adalah mereka yg terbaik bagi istri mereka. Dan sebaik-baik wanita dari umatku adalah mereka yg terbaik bagi suami mereka. Akan ditulis bagi setiap wanita dr mereka, setiap siang dan malam pahala seribu orang mati syahid yg telah terbunuh dijalan Allah karena sabar dan mengharapkan pahala. Keutamaan mereka di atas bidadari adalah seperti keutamaanku di atas orang yg paling utama di antara kamu. Dan sebaik-baik wanita dari umatku adalah orang yang selalu menyenangkan suaminya dalam hal yang dia inginkan, kecuali bermaksiat kepada Allah. Adapun sebaik-baik lelaki dari umatku adalah orang yg lemah lembut kepada istrinya seperti kelembutan seorang ibu kepada anaknya. Akan ditulis bagi setiap lelaki diantara mereka tiap siang dan malam pahala seratus orang mati syahid yang terbunuh di jalan karena sabar dan mengharap pahala.”

Maka Umar r.a berkata, “ wahai Rasulullah, bagaimana mengenai wanita yang memperoleh seribu orang mati syahid dan mengenai laki-laki yg memperoleh pahala seratus orang mati syahid?”

Beliau saw bersabda, “apakah kamu belum mengetahui bahwa pahala wanita itu lebih besar dan lebih utama daripada laki-laki? Sesungguhnya Allah swt mengangkat derajat laki-laki di surga disebabkan keridhaan istrinya kepadanya dan doa istrinya kepadanya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa dosa yang paling besar setelah syirik kepada Allah adalah wanita yg durhaka kepada suaminya? Ingat, takutlah kepada Allah dalam urusan dua kelompok orang yg lemah, sesungguhnya Allah swt menanyakan kepadamu mengenai mereka, yaitu anak yatim dan wanita. Barangsiapa berbuat baik kepada mereka, sesungguhnya dia akan mendapatkan keridhaan Allah swt, dan barangsiapa berbuat buruk terhadap mereka, sungguh dia akan mendapatkan kemurkaan Allah swt. Hak istri atas suami adalah seperti hakku atas kamu. Barangsiapa menyia-nyiakan hakku, berarti menyia-nyiakan hak Allah, dan barangsiapa menyia-nyiakan hak Allah, sungguh dia akan kembali dengan mendapat kemurkaan Allah swt, tempatnya di neraka Jahanam, dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali.”

Al Ghunyah - Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Rah.A

Shared on Facebook by Anas Arifudin

 

Pertanyaan Terkait Bagaimana Derajat Wanita Menurut Sudut Pandang Islam?

Berlangganan

Suka dengan Jawaban di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tidak puas dengan jawaban ini?, silahkan tambahkan Jawaban alternatif lain yang lebih tepat.