Apa Syarat Berpuasa Ramadhan dan Puasa Sunah Lainnya? -->

Kategori Jawaban

Iklan Semua Halaman

Apa Syarat Berpuasa Ramadhan dan Puasa Sunah Lainnya?

@FauziTMG
6/02/2018
Question/ Pertanyaan/ Soal:

Apa Syarat Berpuasa Ramadhan dan Puasa Sunah Lainnya??

Answer/ Kunci Jawaban:
Menjawab pertanyaan " Apa syarat puasa Ramadhan? " maka akan sekaligus menjawab pertanyaan " Apa syarat puasa sunah? ", .... Baca selengkapnya di JAWABAN.xyz

Jelaskan tentang Apa Syarat Berpuasa Ramadhan dan Puasa Sunah Lainnya??

Penjelasan:
Menjawab pertanyaan "Apa syarat puasa Ramadhan?" maka akan sekaligus menjawab pertanyaan "Apa syarat puasa sunah?", atau secara global terangkum dalam pertanyaan "Apa syarat Puasa?".

Rujukan syarat puasa ramadhan dan puasa sunah.

Syeikh Abu Syuja (433-539 H) seorang ahli fiqh abad empat Hijriyyah yang bermadzhab Syafi’i, beliau menjelaskan tentang syarat wajib puasa dalam Kitab Fathul Qorib pada Bab Puasa. Berikut ini isinya:


Syarat-syarat wajib berpuasa ada tiga perkara. Dalam sebagian redaksi ada empat perkara.

(وَشَرَائِطُ وُجُوْبِ الصِّيَامِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ) وَفِيْ بَعْضِ النُّسَحِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ
Yaitu Islam, baligh, berakal dan mampu berpuasa.

(الإِسْلَامُ وَالْبُلُوْغُ وَالْعَقْلُ وَالْقُدْرَةُ عَلَى الصَّوْمِ)
Dan ini (mampu berpuasa) tidak tercantum di dalam redaksi yang mengatakan syaratnya ada tiga perkara.

وَهَذَا هُوَ السَّاقِطُ عَلى نُسْخَةِ الثَّلَاثَةِ
Maka puasa tidak wajib bagi orang yang memiliki sifat yang sebaliknya.

فَلَا يَجِبُ الصَّوْمُ عَلَى الْمُتَّصِفِ بِأَضْدَادِ ذَلِكَ.

Sekilas tentang kitab Fathul Qorib: Syeikh Abu Syuja menyusun kitab Fathul Qorib untuk merespon sahabat dan santri-santri beliau agar beliau menulis kitab fiqih madzhab imam syafi'i untuk memudahkan mengkaji ilmu fiqih bagi para pemula. Fathul Qorib populer disebut dengan Ghoyatul Mukhtasyar dan Nihayatul Mukhtasyar yang artinya adalah "paling sempurnanya ringkasan".

Syarat wajib puasa ramadhan dan puasa sunah lainnya.

Dalam redaksi kitab Fathul Qorib diatas telah disebutkan bahwa syarat wajib berpuasa diantara ulama berbeda pendapat ada yang mengatakan syarat wajib puasa ada 4, dan ada pula yang mengatakan bahwa syarat wajib puasa ada 3. Adapun ulama yang berpendapat bahwa syarat puasa ada 4 menjabarkan bahwa syaratnya adalah Islam, Baligh, Berakal, dan Mampu. Sedangkan yang berpendapat cukup 3, mereka mengecualikan syarat yang terakhir yaitu "Mampu".

Untuk mempermudah dalam memahami tentang syarat puasa ini, maka disini akan kita jelaskan lebih lanjut agar lebih rinci.

Syarat-syarat wajib berpuasa.

  1. Beragama Islam. Setiap orang yang beragama islam wajib menjalankan ibada puasa ramadhan, dan beragama Islam merupakan syarat mutlak untuk menjalankan ibadah puasa. dan tidak ada satupun ulama berselisih pendapat tentang hal ini. Bahkan, puasa merupakan syarat sahnya islam kita karena tercantum dalam rukun Islam yang ke 4. Maka dari itu, setiap orang yang beragama selain islam tudak dikenakan hukum wajib ini.
  2. Sudah Baligh. Setiap orang yang Islam dan sudah baligh, padanya dikenakan hukum wajib berpuasa. Yaitu memenuhi rukun islam yang ke 4. Oleh karena itu, tidak wajib berpuasa bagi anak kecil yang belum baligh. Namun, tudak ada salahnya bagi orang tua untuk mengajari anaknya berpuasa sejak dini agar kelak kalau ia sudah baligh, ia akan mencintai puasa.
  3. Berakal Sehat. Syarat wajib berpuasa selanjutnya adalah berakal sehat. maka dari itu, orang yang berpikiran tidak sehat tidak diwajibkan untuk baepuasa.
  4. Mampu. Syarat berpuasa yang terakhir adalah "Mampu". terjadi perbedaan pendapat mengenai hal ini. Ulama yang meniadakan syarat "mampu" berpendapat bahwa jika seseorang telah memenuhi 3 syarat sebelumnya maka baginya mutlak wajib berpuasa. Namun, bagi ulama yang mensyaratkan "mampu" berpuasa mereka berpendapat bahwa ketika seseorang walaupun sudah memenuhi 3 syarat sebelumnya tapi memenuhi dan atau masuk kategori mendapatkan rukhsah maka baginya bisa mangambil keringanan.
Syarat wajib berpuasa ini wajib terpenuhi semuanya, terutama 3 syarat yang pertama. Jika tidak memenuhi salah satunya maka akan berubah hukumnya. Contoh:
1. Jika ada seseorang yang beragama Islam, sudah baligh, dan berakal sehat, maka baginya wajib berpuasa.
2. Jika ada seseorang beragama islam, sudah baligh, tapi gila, maka baginya tidak wajib berpuasa.
3. Jika ada seseorang yang beragama islam, berakal sehat, tapi belum baligh. Maka baginya tidak wajib berpuasa namun dalam posisi ini kita sebagai orang tua disarankan untuk mengajarinya mulai belajar untuk berpuasa.
4. Jika ada seseorang berakal sehat, sudah baligh namun tidak beragama islam. Maka baginya tidak wajib berpuasa.
5. Jika ada seseorang berakal sehat, tapi belum baligh, dan tidak beragama islam. Maka baginya tidak wajib berpuasa.
6. Jika ada seseorang tidak beragama islam, belum baligh, dan gila maka baginya tidak wajib berpuasa.

Maka dari itu jika kita menemukan ada orang yang tidak berpuasa ramadhan, maka ada beberapa kemungkinan: 
  • Mungkin dia non-muslim, atau
  • Jika dia muslim mungkin dia belum baligh, atau
  • Jika dia muslim dan sudah baligh tapi tidak puasa maka mungkin dia gila, atau
  • Jika dia muslim, sudah baligh, dan berakal sehat, maka mungkin sedang sakit kritis, atau
  • Jika dia muslim, sudah baligh, berakal, dan masih sehat maka mungkin dia sedang mendapatkan rukshoh.
Demikian penjelasan tentang Apa syarat-syarat wajib berpuasa, semoga dapat dipahami dan semoga bermanfaat.

Source:
1. Kitab Fathul Qorib: Bab Puasa.