UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS -->

Kategori Jawaban

Iklan Semua Halaman

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

@FauziTMG
12/11/2016
Question/ Pertanyaan/ Soal:

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS?

Answer/ Kunci Jawaban:
BAB I   KETENTUAN UMUM   Pasal 1    Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat a.... Baca selengkapnya di JAWABAN.xyz

Jelaskan tentang UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS?

Penjelasan:
BAB I  
KETENTUAN UMUM  

Pasal 1  
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

  1. Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. 
  2. Pejabat Sementara Notaris adalah seorang yang untuk sementara menjabat sebagai Notaris untuk menjalankan jabatan Notaris yang meninggal dunia, diberhentikan, atau diberhentikan sementara. 
  3. Notaris Pengganti adalah seorang yang untuk sementara diangkat sebagai Notaris untuk menggantikan Notaris yang sedang cuti, sakit, atau untuk sementara berhalangan menjalankan jabatannya sebagai Notaris. 
  4. Notaris Pengganti Khusus adalah seorang yang diangkat sebagai Notaris khusus untuk membuat akta tertentu sebagaimana disebutkan dalam surat penetapannya sebagai Notaris karena di dalam satu daerah kabupaten atau kota terdapat hanya seorang Notaris, sedangkan Notaris yang bersangkutan menurut ketentuan Undang-Undang ini tidak boleh membuat akta dimaksud. 
  5. Organisasi Notaris adalah organisasi profesi jabatan notaris yang berbentuk perkumpulan yang berbadan hukum. 
  6. Majelis Pengawas adalah suatu badan yang mempunyai kewenangan dan kewajiban untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap Notaris. 
  7. Akta Notaris adalah akta otentik yang dibuat oleh atau di hadapan Notaris menurut bentuk dan tata cara yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini. 
  8. Minuta Akta adalah asli Akta Notaris. 
  9. Salinan Akta adalah salinan kata demi kata dari seluruh akta dan pada bagian bawah salinan akta tercantum frasa "diberikan sebagai salinan yang sama bunyinya". 
  10. Kutipan Akta adalah kutipan kata demi kata dari satu atau beberapa bagian dari akta dan pada bagian bawah kutipan akta tercantum frasa "diberikan sebagai kutipan ". 
  11. Grosse Akta adalah salah satu salinan akta untuk pengakuan utang dengan kepala akta "DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA", yang mempunyai kekuatan eksekutorial. 
  12. Formasi Jabatan Notaris adalah penentuan jumlah Notaris yang dibutuhkan pada suatu wilayah jabatan Notaris. 
  13. Protokol Notaris adalah kumpulan dokumen yang merupakan arsip negara yang harus disimpan dan dipelihara oleh Notaris. 
  14. Menteri adalah Menteri yang bidang tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang kenotariatan.