Hari Raya Idul Adha -->

Kategori Jawaban

Iklan Semua Halaman

Hari Raya Idul Adha

@FauziTMG
7/28/2015
Question/ Pertanyaan/ Soal:

Hari Raya Idul Adha?

Answer/ Kunci Jawaban:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  Oleh : Muhammad Ashabus Samaa'un  Mukadimah Hari raya adalah hari untuk bersuka cita atas karunia Al.... Baca selengkapnya di JAWABAN.xyz

Jelaskan tentang Hari Raya Idul Adha?

Penjelasan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


 Oleh : Muhammad Ashabus Samaa'un


 Mukadimah

Hari raya adalah hari untuk bersuka cita atas karunia Allah SWT, tapi bukan untuk hura-hura dan pemborosan seperti yang dilakukan orang kafir pada saat malam hari raya mereka. Umat Islam mempunyai 2 hari raya. Yaitu hari raya idul fitri (jatuh pada 1 syawal) dan hari raya idul adha (jatuh pada 10 dzulhijah). Oleh karena itu sudah cukuplah dua hari raya itu untuk bersuka cita dalam ibadah dan beramal dan untuk meningkatkan keeratan tali silaturahim.

Jangan sampai kita meniru-niru orang kafir dalam berhari raya. Misalnya perayaan tahun baru masehi, perayaan hari valentine, perayaan natal, perayaan tahun baru imlek, dan sebagainya yang tidak ada dalam kamus islam. Karena semua itu ditegaskan keharamannya oleh semua ulama tanpa ada perbedaan pendapat karena semua itu termasuk perilaku tasyabuh (meniru-niru) orang kafir. Karena muslim yang suka tasyabuh maka lama-kelamaan juga ikut-ikutan seperti orang kafir juga dari cara berpakaian, cara berbahasa, bahkan cara ibadah dikhawatirkan menyerupai mereka. Oleh karena itu tidak heran jika nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam hadits yang tidak diragukan keasliannya (sahihnya) yang berbunyi :

 Barang siapa meniru/menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu kita patut perihatin dengan keadaan muda mudi muslim saat ini. Yang mereka banyak yang masih meniru-niru tata cara berpakaian sampai akhlaq yang rusakpun mereka tiru dari orang kafir itu, lebih buruk lagi pada saat malam tahun baru misalnya mereka ikut-ikutan memenuhi lapangan luas atau alun-alun kota untuk meramaikan malam tahun baru tersebut. padahal sudah pasti perayaan tahun baru dan sejenisnya adalah hari raya orang kafir. Belum lagi didalam hari raya itu terdapat kemungkaran yang sangat banyak. Misalnya ikhtilath (campur baur laki perempuan), pacaran, penghamburan harta, bahkan mabuk-mabukan pun dianggap biasa. 

Begitulah keadaan hari raya orang kafir, sungguh merusak moral akan tetapi yang sangat heran adalah kebodohan umat islam hari ini khusunya yang remaja dan muda-muda. Yaitu mereka semangat sekali merayakan hari raya orang kafir, akan tetapi  pada saat perayaan hari raya umat islam sendiri masjid terkesan sepi dari anak-anak muda. bahkan kebanyakan mereka malah melakukan maksiat misalnya begadang dipinggir jalan, pacaran bahkan mabuk-mabukan pada malam hari raya umat islam, Naudzubillahi min dzalik. Tanda kiamat sudah dekat. Hal itu bukan sekedar bualan saya karena saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa pada saat hari raya idul fitri / malam takbiran masjid agung dikampung saya sepi sekali namun disampingnya ada alun-alun kota yang dipenuhi dengan muda-mudi yang asyik bermaksiat. Dari yang gitaran, pacaran sampai mabuk-mabukan dilakukan dimalam takbiran, Masya Allah.

Bagaimanakah Tuhan / Allah SWT tidak murka ketika umat islam (yang muda) bermaksiat / kufur ditengah umat islam yang lain (yang kebanyakan anak kecil dan tua renta) tengah berdzikir/bertakbir kepada Allah. Yah begitulah keadaan kita hari ini kebanyakan masjid-masjid sepi daripada muda-mudi namun justru kebanyakan anak kecil yang masih polos belum tahu apa-apa dan orang tua-tua yang sudah lanjut usia yang masih mau menghidupkan masjid Allah. Padahal majunya islam ini tidak lain jika muda-mudinya semangat dalam menegakkan islam. karena yang mudalah yang mempunyai semanga

isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to