9/07/2013

Jangan Anggap Enteng

Oleh Ustaz Yusuf Mansur



Seorang ibu, ketika agenda sosialisasi Indonesia Berjamaah, dengan

programnya Ekonomi Berjamaah, ditanya. "Apa ibu ada uang cash?"



Ibu itu menjawab sambil tersipu. Beliau tidak pede. Bisa ditebak. Sebab

beliau merasa uangnya tidak banyak. "Rp 500 ribu paling Ustadz," Kata ibu

ini sambil tersenyum malu.



Saya kemudian mengingatkan ibu ini dan jamaah semua, jangan anggap enteng

duit Rp 500 ribu itu. Benar tidak cuma Rp 500 ribu? Duit itu di bank ada

jutaan orang yang duitnya Rp 500 ribu. Bila 10 juta orang?

5.000.000.000.000. Atau senilai lima Triliun Rupiah.



Apa artinya lima Triliun Rupiah itu? Rp 5 T itu buesar dan buanyak

buanget. Satu hotel bintang dua, dengan kira-kira 50-100 kamar, kira-kira

Rp 40-50 milyar.



Itu berarti 100 hotel. Malah dengan skema DP duluan, kerja-kerjasama,

maka bisa bangun 300-500 hotel. Bila satu hotel 50-100 karyawan, itu

artinya puluhan ribu orang bisa bekerja. Subhaanallaah.



Apa artinya Rp 5 Triliun? Satu pesawat boeing 737-500 dengan engine baru,

interior baru, plus beberapa cost operasional awal, kira-kira Rp 75

miliar.



Anggap Rp 100 Miliar. Maka duit ibu tadi, yang bergabung dengan 10 juta

ibu-ibu yang lain, dapat 50 pesawat. Padahal, satu maskapai yang sudah

berusia 10 tahun di Indonesia, baru punya 38 pesawat.



Dan uang itu bisa dipecah-pecah jadi berbagai usaha strategis,

menguntungkan, aman, dan safety. Bisa masuk ke industri rumah sakit,

farmasi, pertanian, perkebunan, properti besar lain, dll.



Apalagi, kenyataan, belum tentu uang ibu ini hanya Rp 500 ribu. Belum

tentu. Ibu ini ternyata pake gelang, cincin, kalung, dari emas. Nilainya

kira-kira Rp 2-5 jutaan plus tabungan kira-kira Rp 5 juta. Itu uang cash.



Belum lagi motornya. Belum lagi suaminya, mungkin juga anaknya. Ibu ini

punya anak, yang kalau dilucuti emasnya, ya ada juga Rp 500 ribu sampai

Rp 1 juta atau Rp 2 juta.



Iseng saya paparkan, ternyata secara bercanda, dari model ibu seperti

yang saya tanya, bisa dapat Rp 55 Triliun. Artinya apa? Sektor ekonomi

akan bergerak. Ekonomi riil.



Dan dengan spirit gotong royong, potensi dana ibu ini, tidak dipakai

untuk membiayai orang-orang kaya hingga semakin kaya, tapi ibu ini dan

jutaan orang lain, akan mendapatkan peluang lebih dari kekuatan dananya.



Yusuf Mansur tidak punya teori kebanyakan. Cuma melihat potensi ini, dan

mengajak kawan-kawan untuk bersatu, bergerak, dan menggerakkan.



Dan kita tetap bisa bekerjasama dengan yang lain. Hanya, dalam keadaan

kita bukan lagi sebagai obyek. Tapi sudah setara. Sama-sama punya peluang

dan kesempatan. Insya Allah berkah.



Maka tidak salah jika saya menyeru diri saya dan sebanyak-banyaknya

orang, bersatulah. Berjamaahlah. Insya Allah kita akan jadi kuat dan bisa

punya peran dan manfaat lebih.



Redaktur : Damanhuri Zuhri

Sumber Minggu, 01 September 2013,

REPUBLIKA.CO.ID,



--

ttd.





M. Alie Marzen
 

Pertanyaan Terkait Jangan Anggap Enteng

Berlangganan

Suka dengan Jawaban di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tidak puas dengan jawaban ini?, silahkan tambahkan Jawaban alternatif lain yang lebih tepat.