6/12/2012

"Dalang perkara" dibalik tragedi suriah

Jumat, 01 Juni 2012, 16:35 WIB


Kita lihat perilaku tidak manusiawi dan pembantaian oleh tentara-tentara setan tepatnya tentara rezim bashar al-ashad kepada umat islam (saudara muslim) disana. Begitulah dampak dari pemimpin yang zalim, apalagi bassar al-asad (dalang kerusuhan) adalah seorang yang berakidah syiah dan syi'ah bukan dari golongan islam meskipun mereka mengaku islam tetapi mereka lebih dekat dengan yahudi terbukti dari "kemesraan" mereka dikancah politik selama ini.

Biografi Presiden Rezim Suriah 

Bashar al-Assad (Arab:بشار الأسد , Baššār al-Asad) (lahir di Damaskus, Suriah, 11 September 1965; umur 46 tahun) adalah Presiden Republik Arab Suriah, Sekretaris Wilayah Partai Baath, dan anak mantan Presiden Hafizh al-Assad. Bashar menggantikan ayahnya sebagai Presiden Suriah segera setelah kematiannya pada 10 Juni 2000.

Assad yang mahir dalam bahasa Inggris dan bahasa Perancis menjalani studi di sekolah elit Franco-Arab al-Hurriyet di Damaskus (ibu kota Suriah) juga belajar ilmu kedokteran di Universitas Damaskus untuk Fakultas Kedokteran. Lulus menjadi seorang dokter, spesialisasi dalam oftalmologi (mata) di pendidikan rumah sakit London. Ia menikah dengan Asma' al-Akhras, seorang Suriah Syiah Muslim yang tinggal di Inggris sejak kelahirannya maupun masa dewasanya. Assad dalam pemerintahannya didukung oleh pemerintah Cina dan Rusia, ia menganut idealisme sosialis komunis. Banyak kaum muslimin di Syiria merasa tertindas bahkan terbunuh dengan keji oleh pemerintahannya terutama dari kalangan Sunni. Dalam pemahaman Islamnya, Assad mengikuti sekte Syiah Isma'iliyah. (wikipedia)


Bashar al-asad adalah salah satu dalang dibalik kerusuhan

Pemerintah Suriah menuduh kelompok kriminal bersenjata dibalik aksi kerusuhan sejak Maret 2011. Sebaliknya, aktivis oposisi justru menuduh milisi shabiha yang disponsori negara yang melakukan tindakan kekerasan dan pembantaian terhadap warga Suriah. Sebenarnya siapa yang memberi perintah shabiha dan membayar mereka?

Berdasar situs BBC, sepanjang pemberontakan, Suriah mengatakan melihat pria bersenjata berat berpakaian hitam bertempur melawan pasukan Suriah. Kelompok tersebut dituduh tidak hanya membunuh dan memukuli orang saat demonstrasi, tetapi juga mengintimidasi, melakukan eksekusi dan menembak dari jarak dekat.

aktivis mengatakan, kehadiran mereka justru memungkinkan pemerintah menyangkal terlibat dalam tindakan brutal terhadap para demonstran. "Mereka tidak takut untuk menggunakan kekuatan, kekerasan, senjata, dan pemerasan" kata Ammar Qurabi dari Syria's National Organization for Human Rights. Dengan demikian, lanjut Qurabi, rezim akan tetap bersih dan berkata kelompok terorislah yang melakukan kekerasan dan bukan pemerintah.

Tidak jelas siapa mereka, siapakah yang membayar mereka dan siapakah yang memberi perintah. Tetapi istilah "shabiha" telah berulang kali digunakan untuk menggambarkan mereka. Jawabannya tampaknya terletak dengan milisi bersenjata dari dekat desa Alawite yang dikenal dengan Shabiha, yang dalam bahasa Arab berarti hantu.

INI DIA BEGUNDAL "SHABIHA"
Istilah ini diyakini pertama kalinya muncul untuk geng penyelundup gelap yang tumbuh di sekitar kota pesisir Latakia pada tahun 1970-an. Mereka terkenal sebagai sindikat kejahatan terorganisir. Di kota-kota di sepanjang pantai Mediterania, shabiha bermarkas dan menyelundupkan senjata, obat-obatan dan melakukan tindak kriminal lainnya. Warga disebut-sebut tidak berani mengucapkan nama mereka.

Shabiha kemudian berkembang di bawah pengawasan presiden Hafez al-Assad, ayah Bashar al-Assad. Banyak dari anggota shabiha adalah keluarGa Assad sendiri dan terhubung dengan keluarga Deeb dan Makhlouf. Keterlibatan shabiha terlihat ketika shabiha membantu Hafez menjadi presiden dengan mengkudeta presiden sebelumnya.

Anggota shabiha dilaporkan dipersenjatai oleh brigadir pertahanan yang juga saudara Hafez. Pada 1990-an, para shabiha mengabaikan pemerintahan di Latakia. Ini menyebabkan pemerintahan Hafez malu karena terlalu banyak tindakan brutal yang dilakukan kelompok itu.

Bashar kemudian ditugaskan sang ayah untuk membungkam shabiha dan memulihkan hukum serta ketertiban kota. Tindakan Bashar memang mampu menahan aksi memalukan shabiha, tetapi kekuasaan dan pengaruhnya masih terasa.

Pada akhir Maret 2011, kelompok shabiha tampaknya membantu Assad untuk menghadapi para pemrotes anti pemerintah di Latakia serta kota-kota terdekat di Baniyas dan Jabla. Hal ini dilakukan mereka untuk membayar utang mereka kepada rezim dengan melakukan banyak pekerjaan dan menekan perbedaan pendapat.

Penduduk mengatakan, anggota shabiha bergabung dengan tentara Assad untuk menyerang warga sipil. Sementara pejabat Suriah membantah menggunakan milisi shabiha untuk mengintensifkan serangan.(refrensi : republika.co.id)

Siapakah Dalang Sebenarnya

Kalau boleh menebak saya pasti akan menjawab y a h u d i. Karena didalam al-Qur'an telah banyak dijelaskan bahwa mereka itu adalah sebenar-benar teroris terhebat sepanjang sejarah. Berbagai kerusuhan dan pembantaian ternyata telusur demi telusur dalangnya adalah mereka (yahudi). Karena dalam al-Qur'an juga dijelaskan bahwa bangsa paling banyak membunuh nabi adalah bangsa yahudi. Berikut berita yang kami kutip dari islamtimes.com

 Presiden Israel Shimon Peres telah mendukung kelompok bersenjata di Suriah dengan mensuply senjata dan secara finansial meskipun Damaskus berusaha keras mengembalikan ketenangan di saat gelombang krisis menimpa negara itu. Peres mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio publik Israel pada hari Minggu bahwa dia menghormati geng bersenjata, dan saya berharap mereka akan menang. Sementara pemerintah Suriah telah mengumumkan bahwa kelompok bersenjata berada di balik pembunuhan dan kerusuhan di negara ini. Suriah telah menjadi ajang kekerasan sejak Maret 2011. Banyak orang, termasuk pasukan keamanan, telah tewas dalam kerusuhan yang melanda negara itu. Pada bulan April, Utusan PBB Kofi Annan mengusulkan rencana enam poin perdamaian untuk mengakhiri kekerasan di Suriah. Namun, kelompok bersenjata membatalkan rencana tersebut minggu lalu.

Sementara itu, Rusia, pada hari Sabtu mengusulkan konferensi internasional di Suriah dan menegaskan dukungan Moskow untuk rencana perdamaian Annan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow tidak akan membiarkan Dewan Keamanan PBB untuk menyetujui intervensi militer asing di Suriah, yang dapat menyebabkan "konsekuensi paling parah untuk kawasan Timur Tengah keseluruhan.(IslamTimes/TGM)

Demikian kajian dari kami semoga bermanfaat. bila ada kekurangan kami mohon maaf

Wallahu'alam


Terkait :

1. Shabiha membantai atas nama bashar asad

Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
 

Pertanyaan Terkait "Dalang perkara" dibalik tragedi suriah

Berlangganan

Suka dengan Jawaban di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tidak puas dengan jawaban ini?, silahkan tambahkan Jawaban alternatif lain yang lebih tepat.