6/21/2012

Hikmah sedekah, mati khusnul hotimah

Oleh : Muh. Ashabus Samaa'un

Syibli bercerita tentang pengalamannya, pada suatu hari aku pernah pergi ke suatu desa dan melihat seorang pemuda duduk di pemakaman sambil mencucurkan air mata dalam do’a dan dzikir pada Allah SWT. Ia tidak menghiraukan suatu apapun, hanya terus saja asyik dalam berdzikir memuji Allah Yang Maha Agung.”
Melihat tekunnya ia dalam beribadah, aku sangat ingin menemuinya. Kutinggalkanlah perjalanan yang kutuju, lalu berusaha untuk mendekatinya, namun pemuda itu berdiri dan lari kencang menjauhiku. Lalu aku pun mengejarnya berharap bisa menemuinya, tapi tidak mampu jualah diriku mendekatinya.

Aku berkata : “Kasihanilah aku wahai Wali Allah.” Lalu pemuda itu menjawab : “Allah”. Aku berkata lagi: “Dengan hak Allah ku mohon kau sabar menantiku.” Lalu dia memberikan isyarat dengan tangannya untuk tidak akan melakukannya. Lantas pemuda itu berkata : “Allah”. Aku pun berkata : “Bila perkataanmu benar maka tunjukkan kepadaku tentang kesungguhanmu beribadah kepada Allah.” Lalu dia berteriak mengatakan Ya Allah dan jatuh seketika. Aku pun mendekatinya, ternyata dia sudah meninggal dunia. Aku terkejut dan heran melihat keadaannya.

Kemudian aku tinggalkan tubuh yang sudah membujur kaku itu. Lalu pergi ke perkampungan Arab mengambil perlengkapan untuk mengurus jenazahnya. Ketika ku kembali ternyata jenazah pemuda itu sudah tidak ada, bahkan bekasnya juga menghilang, Aku jadi bingung, pemuda tadi telah hilang dari pandanganku dan siapakah kira-kira yang mengurus jenazahnya. 

Sececah kemudian aku mendengar suara : “Wahai Syibli, Aku sudah mengurusi jenazah pemuda itu, tiada yang lain mengurusinya kecuali para Malaikat. Oleh karenanya hendaklah engkau senantiasa beribadah dan memperbanyak bersedekah dari hartamu sendiri, sebab pemuda ini tiada mencapai derajat yang tinggi kecuali dengan sedekahnya pada suatu hari.” 

Aku pun bertanya : “Apakah sedekahnya pada suatu hari itu? Lantas dijawab: “Wahai Syibli, sesungguhnya pemuda itu dahulu durhaka, penzina, fasik dan banyak bermaksiat. Lalu Allah memberikan suatu impian yang menakutkan, dia bermimpi seolah-olah kemaluannya menjadi ular yang berputar-putar hingga ke mulutnya sambil mengeluarkan api yang membakar habis tubuhnya sampai menjadi arang.

Akhirnya pemuda itu bangun dari tidurnya dengan rasa takut yang sangat, kemudian bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sungguh, ia senantiasa beribadah dan berdo’a dengan penuh kekhusyu’an. Dan pada suatu hari, pemuda itu bertemu dengan pengemis yang meminta makanan padanya, lantas sang pemuda mencopot pakaiannya karena memang hanya itu yang ia punya untuk diberikan kepada pengemis tersebut. Lalu pengemis itu bergembira dan mendo’akan sang pemuda agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Lalu Allah Yang Maha Pengasih mengabulkan do’a pengemis itu untuk pemuda tadi dengan berkah dari sedekah ikhlas yang menggembirakan hati pengemis tersebut. Sehingga pemuda itu mendapatkan derajat yang tinggi dari Allah Yang Maha Tinggi hingga ia mati dalam keadaan husnul khatimah. (Dikutip dari Kitab Irsyadul ibad ila sabilir-rasyad). www.malang-pos.com

Wallahu'alam



isi Kajian (hapus ini jika ingin Posting artikel, tapi jangan Hapus Tulisan "Kirimkan ke teman anda sebagai file .Pdf)
Kirimkan Ke Teman anda Sebagai File .Pdf :
Send articles as PDF to
 

Pertanyaan Terkait Hikmah sedekah, mati khusnul hotimah

Berlangganan

Suka dengan Jawaban di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tidak puas dengan jawaban ini?, silahkan tambahkan Jawaban alternatif lain yang lebih tepat.