Refrensi buku : ISLAM DAN DEMOKRASI INDONESIA -->

Kategori Jawaban

Iklan Semua Halaman

Refrensi buku : ISLAM DAN DEMOKRASI INDONESIA

@FauziTMG
10/23/2011
Question/ Pertanyaan/ Soal:

Refrensi buku : ISLAM DAN DEMOKRASI INDONESIA?

Answer/ Kunci Jawaban:
> Judul : Idiologi Islam dan Utopia : Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia > Penulis : Luthfi Assyaukanie > Penerbit : Freedom .... Baca selengkapnya di JAWABAN.xyz

Jelaskan tentang Refrensi buku : ISLAM DAN DEMOKRASI INDONESIA?

Penjelasan:

> Judul : Idiologi Islam dan Utopia : Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia
> Penulis : Luthfi Assyaukanie
> Penerbit : Freedom institute, 2011
> Tebal : xvii + 330 halaman
> ISBN : 978-602-99656-0-5

Gagasan negara islam yang diusung oleh tokoh-tokoh yang bergabung
dalam partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) mengemukakan
sejumlah argumen yang mengatakan bahwa gagasan gagasan tersebut tidak
bertentangan dengan demokrasi. Di antara tokoh-tokoh yang dimaksud
adalah M Natsir, Zaenal Abidin Ahmad, Mohamad Roem, Abu Hanifah,
Hamka, dan Muhammad Rasjidi. Negara yang mereka bayangkan sebagai
model bukanlah Pakistan, Iran, apalagi Arab Saudi, melainkan Belanda,
Swedia, atau Inggris. Utopia model ini disebut sebagai negara
demokrasi islam.
Utopia kedua adalah negara demokrasi agama. Kelompok ini didukung oleh
antara lain : Amien Rais, Syafii Maarif, Kuntowijoyo, Dawam Raharjo,
Sahal Mahfud, Ali Yafie, Ahmad Sidiq, Munawir Sadzali, dan ali sasono.
Mereka tidak mendukung pendirian negara islam sebagaimana yang diusung
kelompok pertama. Tekanan mereka adalah pada perjuangan hak yang sama
bagi semua agama untuk memberi inspirasi bagi negara. Sebagaimana
kelompok pertama, mereka menolak konsep pemisahan negara dan agama
serta mendukung negara terlibat dalam urusan keagamaan masyarakat.
Negara Demokrasi Liberal merupakan utopia ketiga. Pengusungnya
antaralain : Abdurrahman Wachid, Nurcholis Madjid, Djohan Efendi, dan
Harun Nasution. Mereka secara tegas mendukung gagasan sekularisme.
Bagi mereka, negara adalah institusi rasional yang juga harus dikelola
menggunakan kalkulasi rasional. Meski semakin meninggalkan gagasan
negara islam, justru kelompok inilah yang yang memiliki argumentasi
yang lebih mengakar pada tradisi islam. Karya ilmiah yang mendapatkan
penghargaan tertinggi untuk disertasi terbaik di The University of
Melbourne ini berusaha untuk menjelaskan tiga model pemikiran Islam
dan demokrasi di Indonesia.
Disalin dari : KOMPAS, Minggu 23/10/11 hal 19 kolom info buku baru.
--
Dikirim dari perangkat seluler saya