ancaman bagi "bisa menasehati tidak bisa mengamalkan". -->

Kategori Jawaban

Iklan Semua Halaman

ancaman bagi "bisa menasehati tidak bisa mengamalkan".

@FauziTMG
10/30/2011
Question/ Pertanyaan/ Soal:

ancaman bagi "bisa menasehati tidak bisa mengamalkan".?

Answer/ Kunci Jawaban:
Setiap muslim wajib saling menasehati dalam kebenaran dan beramar makruf nahi munkar (menyeru kebaikan mencegah keburukan), karena jikalau k.... Baca selengkapnya di JAWABAN.xyz

Jelaskan tentang ancaman bagi "bisa menasehati tidak bisa mengamalkan".?

Penjelasan:

Setiap muslim wajib saling menasehati dalam kebenaran dan beramar makruf nahi munkar (menyeru kebaikan mencegah keburukan), karena jikalau kemaksiatan atau keburukan merajalela maka azab Allah akan menimpa tidak pandang bulu entah itu mukmin atau kafir, seperti banyaknya bencana alam akhir-akhir ini tidak lain sebabnya adalah ditinggalkannya amar makruf nahi munkar dan merajalelanya kezaliman. Sesuai sabda Rasulullah SAW berikut :Hudzaifah radhiallahuanhu berkata: "Bersabda Nabi shallallahu alaihi wa salam: 'Demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya, harus kamu menganjurkan kebaikan dan mencegah yang mungkar, atau kalau tidak. Pasti Allah akan menurunkan siksa padamu, kemudian kamu berdo'a, maka tidak diterima dari kamu.' "(diriwayatkan oleh At Tirmidzi)Amar makruf nahi munkar hukumnya fardhu kifayah artinya jika ada yang sebagian muslim melaksanakan amarmakruf nahi munkar maka gugurlah kewajiban seluruh muslim, contohnya jihad kepalestina / daerah muslim yang terzalimi adalah fardhu kifayah.

Berkaitan dengan menyeru kebenaran dan mencegah keburukan / kemaksiatan maka kita wajib mulai dari diri kita sendiri semampu kita melaksanakan. Bagaimana orang lain akan menerima nasehat kita jika prilaku kita saja justru bertentangan dengan apa yang kita katakan. Memang tidak ringan konsekuensi amar makruf nahi munkar, karena selain kita dituntut untuk mengamalkan kita juga dituntut untuk menyeru kepada orang lain dan resikonya pun tidak ringan seperti cacian, makian, hujatan bahkan sampai ancaman dibunuh, akan tetapi janji Allah kepada orang yang beramar makruf nahi munkar dengan benar dan ikhlas adalah diberikan kebahagian yang kekal diakhirat. Akan tetapi jika orang bisa mengatakan kebenaran tapi dia sendiri tidak mau mengamalkan atau malah justru kelakuannya menyimpang dari apa yang dia katakan maka sugguh ancaman Allah sangat keras kepada orang yang jarkoni (jawa) alias bisa bicara tapi tidak mau mengamalkan karena sifat begini termasuk tanda orang munafik. Berikut Firman Allah SWT dan Hadits Rasulullah SAW tentang ancaman kepada orang yang bisa menasehati tapi dia sendiri tidak mau mengamalkan nasehatnya :

Firman Allah (yang artinya) :
"Apakah kamu menyuruh orang-orang berbuat kebaikan, padahal kamu melupakan dirimu sendiri, sedangkan kamu membaca kitab, tidakkah kamu berakal ? " (Al Baqarah: 44)

Firman Allah (yang artinya) :
"Hai orang-orang beriman, mengapakah kamu berkata apa yang tidak mau berbuat. Sungguh besar murka Allah jika kamu berkata apa yang tidak kamu perbuat." (Ash Shaf 2 - 3)
Firman Allah (yang artinya):
" . . . Dan tiadalah saya menyalahi kamu, melakukan apa yang telah saya cegah kamu daripadanya. . . . " (Hud 88)
Abu Zaid (Usamah) bin Zaid bin Haritsah berkata: "Saya telah mendegar Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda: 'Seorang dihadapkan di hari kiamat. Kemudian dilemparkan kedalam neraka, aka keluar usus perutnya, lalu berputar-putar di dalam neraka bagaikan himar yang berputar disekitar penggilingan maka berkerumunan ahli neraka padanya sambil bertanya : Hai Fulan, mengapakah engkau, tidakkah kau dahulu menganjurkan kebaikan dan mencegah mungkar ? Jawabnya : benar, aku dahulu menganjurkan kebaikan, tetapi tidak saya kerjakan, dan mencegah mungkar tetapi saya kerjakan. (Mutafaq Alaihi)


Wallahu 'Alam