70 tanda akhir zaman (hadits Rasulullah bag.2 ) -->

Kategori Jawaban

Iklan Semua Halaman

70 tanda akhir zaman (hadits Rasulullah bag.2 )

@FauziTMG
6/06/2011
Question/ Pertanyaan/ Soal:

70 tanda akhir zaman (hadits Rasulullah bag.2 )?

Answer/ Kunci Jawaban:
Tanda kiamat Part 2. Yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat kecil adalah peristiwa dan hal-hal yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad yang akan.... Baca selengkapnya di JAWABAN.xyz

Jelaskan tentang 70 tanda akhir zaman (hadits Rasulullah bag.2 )?

Penjelasan:
Tanda kiamat Part 2.


Yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat kecil adalah peristiwa dan hal-hal yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad yang akan terjadi di ahkir zaman, sebagai isyarat menunjukkan akan dekatnya kedatangan tanda-tanda besar Kiamat.

1. Budak wanita melahirkan tuannya. Hal ini merupakan kiasan dari banyaknya para budak dari hasil penaklukan Islam, maka budak wanita akan melahirkan anak laki-laki yang akan menjadi tuan dari ibunya. Karena anak tersebut adalah anak dari tuan wanita sang budak. Hal ini juga merupakan kiasan dari banyaknya kedurhakaan anak terhadap ibunya sehingga si anak memperlakukan ibunya seakan-akan ia adalah tuan dari ibunya. Kedua hal tersebut telah terjadi pada masa sekarang.
2. Tanda kecil kiamat terlihat pula dengan banyaknya penggembala kambing yang miskin, telanjang kaki dan tidak berpakaian (para rakyat jelata) akan berdiam di gedung-gedung tinggi seperti yang terjadi di semenanjung arabia.
3. Telah bersabda Rasulullah: “Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.” (HR. Muslim, Ahmad dari 'Umar bin Khathtab dan Ibn 'Abbas, dalam Ash Shahihah Al Albaani, dengan nomer 1345)
 4. Meminum khamer dan penamaan perbuatan tersebut bukan dengan namanya. Rasulullah bersabda: “Sebagian orang dari umatku akan meminum khamar dan mereka akan menamakan perbuatan tersebut bukan dengan namanya”. (HR. Ahmad dan Nasa'i dengan isnad yang shahih, dan dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 1; 138)
5. Munculnya kejahilan manusia dalam arahan hidup dan persoalan-persoalan yang menyangkut kehidupan akhirat dan sedikitnya ilmu.
6. Banyaknya perbuatan-perbuatan kotor seperti zina juga merupakan tanda kecil kiamat yang sudah terjadi sejak lama.
7. Kaum laki-laki memakai sutra.
8. Penghalalan lagu dan musik. Rasulullah bersabda, ”Sungguh akan ada dari umatku beberapa kelompok manusia yang akan menghalalkan zina, sutra, khamar dan musik-musik”. (HR. Bukhari dalam kitab Shahihnya, dan dalam Ash Shahihah Al Albaani, no.91)
9. Pelegalan para biduwanita (penyanyi wanita).
10. Pembunuhan terjadi dimana-mana. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di pintu gerbang hari kiamat akan datang suatu masa dimana turun padanya kejahilan, diangkat padanya Al ‘Ilmu (ilmu akhirat), dan banyaknya terjadi kegaduhan yang mengakibatkan terjadinya banyak pembunuhan”. (Muttafaqun 'Alaih, dari Ibn Mas'ud dan Abu Musa Al Asy'ari Radhiyallahu 'Anhuma)
11. Pemutusan silaturrahim.
12. Timbulnya hal-hal keji, jorok dan kata-kata kotor.
13. Orang-orang jujur dikhianati dan dijauhi.
14. tanda kiamat kecil ditandai dengan orang-orang yang suka berkhianat dipercayai dan didekati. Sabda Rasulullah, “Diantara syarat-syarat hari kiamat adalah timbulnya hal-hal keji, pemutusan silaturrahim, orang jujur tidak di percayai dan kepercayaan terhadap orang-orang berhianat.” (Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Bazzar dari Ibn 'Umar dan dimuat oleh Al Albaani dalam Ash Shahihah, no.2290).
15. Timbulnya mati mendadak.
16. Menjadikan masjid sabagai jalan-jalan. Yang dimaksud adalah seorang muslim melewati sebuah masjid tanpa melakukan shalat padanya.
17. terjadinya pertempuran antara dua kelompok besar dari kaum Muslim, dimana kedua kelompok tersebut berperang dengan satu itikad dan seruan, yaitu: Pertempuran Siffin yang terkenal antara kelompok ‘Ali bin Abi Thalib dan kelompok Mu’awiyah bin Abi Sufyan.  18. Pendeknya waktu (berkurangnya berkah dalam waktu).
19. Banyaknya terjadi gempa bumi juga merupakan tanda kiamat kecil yang sudah sangat terlihat dimasa sekarang ini sehingga para ahli meteorologi mengatakan bahwa bumi ini terus bergetar setiap saat.
20. Tanda kiamat kecil diawali dengan munculnya huru-hara yang menebarkan kejahatannya. Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan berdiri kecuali apabila ilmu telah diangkat, banyaknya terjadi gempa bumi, timbulnya huruhara-huruhara, banyaknya kegaduhan diantaranya pembunuhan”. (Hadis riwayat Bhukari dalam kitab Shahihnya, dari Abi Hurairah. Juga diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibn Majah dalam kitab Sunannya.)
21. Umat Islam diperebutkan oleh umat-umat manusia yang lain sebagaimana orang-orang yang sedang makan berebutan terhadap sepiring makanan.
22. Menuntut ilmu kepada orang yang bukan ahlinya. Maka mereka ditanya orang, lalu mereka pun berfatwa tanpa berdasarkan atas ilmu. Kemudian mereka akan sesat dan menyesatkan.
23. Munculnya wanita-wanita yang tidak berpakaian merupakan tanda kiamat kecil. Maksudnya wanita yang menutup sebagian dari tubuhnya dan membuka sebagiannya. Seperti mereka yang memakai pakaian-pakaian sempit (ketat) dan tipis, dimana dengan demikian berarti mereka belum menutup aurat.
24. Orang-orang bodoh ikut berbicara tentang urusan-urusan umum masyarakat. Rasulullah bersabda, “Di pintu gerbang hari kiamat akan muncul tahun kepalsuan yang penuh dengan penipuan, dimana orang-orang jujur menjadi tertuduh dan orang yang mestinya tertuduh justru dipercayai. Dan pada masa itu pula muncul Ar Rawaibidhah. Lalu para sahabat bertanya: Apakah Ar Rawaibidhah itu? Berkata Rasulullah: Yaitu orang bodoh yang berbicara tentang urusan-urusan masyarakat umum”. (Hadis shahih riwayat Ahmad dan Thabrani dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dan dimuat oleh Al Albaani dalam Ash Shahihah, no.1888)
25. Ucapan salam (Assalamu’alaikum) hanya diucapkan oleh seorang Muslim terhadap orang yang dikenal saja.
26. Sabda Rasul, “Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana orang-orang tidak perduli lagi terhadap apa-apa yang mereka peroleh, apakah rizki itu dari yang halal ataukah dari yang haram?”. (Hadist shahih riwayat Bukhari dan Nasa'i dari Abi Hurairah)
27. Sifat bohong menjadi hal yang umum.
28. Tanda-tanda kiamat kecil ditandai dengan jarak-jarak antara pasar menjadi dekat. Rasulullah bersabda, “Banyaknya sifat bohong, pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar- pasar yang ada”. (Hadist shahih riwayat Ibn Hibban dari Abi Hurairah)
29. Munculnya onta-onta (kendaraan) untuk setan-setan. Maksudnya seorang laki-laki menunggang ontanya dan ia juga membawa onta lain yang tidak ditungganginya serta tidak pula untuk menolong orang yang memerlukan. Maka onta yang tidak ia kendarai tersebut dikendarai oleh setan. Demikian juga halnya dengan rumah, dimana seseorang laki-laki membeli sebuah rumah baru bukan untuk dihuni, akan tetapi untuk ia simpan selama bertahun-tahun. Sehingga rumah tersebut dihuni oleh setan-setan. Bersabda Rasulullah, “Akan ada onta untuk setan dan rumah untuk setan”. (Hadist shahih riwayat Abu Dawud dari Abi Hurairah, dan dalam Ash Shahihah Al Albaani, no.93)
 30. Manusia berbangga dan bermegah-megahan dengan keindahan masjid dan fasilitasnya.
31. Manusia akan mewarnai rambut kepalanya dengan warna hitam (celup rambut) agar terlihat lebih muda.
32. Angan-angan dan keinginan yang menggebu dari orang-orang yang beriman untuk segera melihat (bertemu) dengan Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam, dimana hal itu karena sudah banyaknya fitnah dan agama menjadi suatu hal yang aneh.
33. Berkurangnya keimanan manusia untuk melaksanakan ketaatan dan amal untuk akherat merupakan tanda-tanda kiamat kecil yang sudah sangat nyata kita lihat disana-sini.
34. Turunnya kekikiran, lalu tersebarlah ia diantara manusia, maka tiap orang menjadi bakhil untuk mendermakan apa-apa yang mereka punyai. Orang yang punya harta bakhil dengan hartanya, orang yang berlimu bakhil dengan ilmunya, orang yang terampil atau berpengalaman bakhil dengan keahliannya. Sabda Rasulullah, “Berkurangnya amal dan tersebarnya kebakhilan”. (Hadist shahih riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud dari Abi Hurairah)
35. Manusia saling berbunuh-bunuhan tanpa tujuan / kebenaran yang jelas.
36. Harta kekayaan umum dikuasai oleh segelintir orang tanpa kebenaran dan tanpa ada rasa wara’ (tidak takut dosa), termasuk mengambil harta umum dengan diam-diam (korupsi).
37. Berkurangnya sifat amanah, tidak berpegang pada kepercayaan yang diberikan orang lain.
38. Syari’at agama terasa berat dilaksanakan.
39. Tanda-tanda kecil kiamat ditandai dengan banyaknya laki-laki (suami) hanya menaati istrinya, sedangkan ia durhaka kepada ibunya.
40. Seorang laki-laki bersikap kasar kepada bapaknya dan bersikap ramah dengan teman-temannya.
 41. Suara-suara manusia meninggi (berteriak) di masjid-masjid.
42. Orang hina (bersifat keji) menjadi peimpin pada suatu kaum dan sebuah suku dipimpin oleh orang yang fasik diantara mereka.
43. Tanda-tanda kecil kiamat juga terlihat dengan banyaknya laki-laki yang dihormati bukan karena budi dan kebaikanya, akan tetapi karena orang takut akan kejahatannya. Telah bersabda Rasulullah, “Apabila harta rampasan perang (milik umum) dikuasai oleh segelintir orang, amanah jadi rampasan, harta zakat jadi hutang, seorang laki-laki (suami) menaati istrinya dan mendurhakai bunya, berbuat baik kepada teman dan berbuat kasar kepada bapak, suara-suara meninggi di masjid-masjid, yang menjadi pemipin suatu kaum adalah orang hina (berhati keji) diantara mereka, dan yang menjadi kepala suatu suku (kabilah) adalah orang fasik diantara mereka, seorang laki-laki dihormati disebabkan oleh karena orang takut pada sifat jahatnya, khamer biasa diminum, sutera biasa dipakai laki-laki, munculnya para penyanyi perempuan dan alat-alat musik, orang-orang dari umat yang terakhir ini melaknat umat yang terdahulu. Maka ketika itu, hendaklah mereka menunggu kedatangan angin merah atau pembalikan bumi, atau pemburukan bentuk dan tanda-tanda yang beriringan. Seperti kawat susunan manik-manik di sebuah tali yang terputus, maka terlepaslah ia secara beriringan.” (Hadits riwayat Tirmidzi dari ‘Ali dan Abi Hurairah, dan ia berkata; bahwa ini adalah hadits gharib).
44. Banyaknya jumlah polisi yang hal itu disebabkan oleh karena banyaknya kerusakan.
45. Mendahulukan seorang laki-laki menjadi Imam shalat disebabkan bagus suaranya walaupun kurang ilmu dan keutamaannya.
46. Jabatan,hukum dan kepemimpinan diperjual-belikan. Yaitu bahwa jabatan diterima dengan uang suap/sogok.
47. Memandang rendah kepada darah. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Bersegeralah untuk melakukan amal shalih apabila telah muncul enam perkara: Pengangkatan pemimpin-pemimpin (jabatan), tidak adanya penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturrahim, orang-orang mabuk yang menjadikan Alqur’an sebagai alat nyanyian, dimana mereka mendahulukan seseorang diantara mereka menjadi Imam agar menyanyikannya, walaupun orang tersebut yang paling sedikit ilmunya.” (Hadis shahih riwayat Thabrani dari ‘Abis Al Ghifari. Dan juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 979)
48. Seorang istri berserikat dengan suaminya dalam bekerja dan berdagang, atau suami akan menjadi pembantu istrinya. Bersabda Rasulullah, “Dipintu gerbang (dekat) hari kiamat: Salam hanya diucapkan pada orang-orang yang dikenal saja, tersebar dan berkembangnya perdagangan, sehingga seorang istri membantu suaminya untuk berdagang.” (Hadis shahih lighairi, riwayat Ahmad dan Ath Thayalisi dari Ibn Mas’ud)
49. Berkembangnya tulis menulis dan banyaknya kitab-kitab karangan.
50. Anak-anak menjadi pemarah.
51. Hujan menjadi terasa panas (menjadi musibah).
52. Orang-orang belajar agama bukan untuk agama, akan tetapi untuk mendapatkan jabatan atau kerja atau harta.
53. Munculnya berbagai jenis kendaraan canggih merupakan tanda kecil kiamat yang sudah terlihat. Sabda Rasulullah, “Akan muncul di akhir zaman orang yang berkendaraan di atas beberapa pelana yang berbentuk seperti pelana-pelana tunggangan yang terbentang, dimana mereka berhenti dengan kendaraan tersebut di depan masjid-masjid, wanita-wanita mereka berpakaian akan tetapi mereka adalah telanjang.” (Diriwayatkan oleh Ibn Hibban dalam Al Mustadrak)
54. Munculnya gaya hidup yang bermewah-mewah dan manja dalam tubuh umat Islam. Sabda Rasulullah, “Apabila umatku berjalan dengan sombong dan yang menjadi pelayan mereka adalah putra-putri raja, putra-putri Parsi dan Romawi, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang-orang yang paling baik.” (Hadis shahih Tirmidzi dengan sanad yang shahih dari ‘Abdullah Ibn ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma dalam Ash Shahihah Al Albaani, nomer 957)
55. Orang-orang fasiq dimuliakan, dan orang-orang yang mulia serta terhormat direndahkan (yang rendah ditinggikan dan yang tinggi direndahkan).
56. Kepada seorang laki-laki dikatakan: “Sungguh hebat ia, sungguh jarang orang seperti ia, dan sungguh pintar ia. Sedangkan didalam dadanya tidak ada Iman sedikit pun, walau sebesar biji.” (Hadits Muttafaqun ‘Anhuma atas keshahihannya)
57. Orang-orang berangan-angan untuk cepat mati, karena banyaknya huru-hara / kekacauan yang terjadi. Sabda Rasul, “Tidak akan berdiri kiamat, sehingga apabila seorang laki-laki melewati sebuah kubur, maka ia akan berkata: Aduhai, alangkah baiknya seandainya aku juga berada di tempatnya.” (Riwayat Bukhari dalam kitab Shahihnya pada kitab Al Fitan dari Abi Hurairah. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al Fitan)
 58. Tanda kiamat kecil terlihat di Irak yang terkena sangsi kepungan dan diembargo (boikot) darinya makanan serta bantuan kemanusiaan lainnya.
59. Negeri Syam (Suria, Libanon, Yordania, Palestina) dikepung (diboikot) darinya makanan serta bantuan-bantuan. Dua tanda di atas merupakan keajaiban dari apa-apa yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad bahwa dua peristiwa tersebut akan terjadi di akhir zaman. Dan telah terbukti dalam waktu yang tidak lama berselang, dimana Irak dikepung oleh tentara multinasional dan Palestina (Syam) dikepung Israel. Sungguh benarlah perkataan manusia yang tidak berbicara menurut hawa nafsunya itu (Rasulullah): “Hampir saja tidak boleh dibawa ke negeri Irak sepiring makanan atau sebuah dirham. Kami (para sahabat) bertanya: Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang-orang ajam (non Arab) yang melakukan hal tersebut, Hampir saja tidak boleh dibawa sepiring makanan atau sebuah dirham kepada penduduk Syam. Lalu kami bertanya kembali: Siapa lagi yang melakukan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang-orang Rum (Romawi).” (HR. Muslim dalam kitab Al Fitan. Dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya)
60. Meninggalnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga merupakan tanda kiamat kecil.
61. Penaklukan Bait Al Maqdis. Hal ini telah terjadi di zaman khalifah yang kedua, yaitu ‘Umar bin Khaththab.
62. Munculnya wabah-wabah umum (epidemi) yang menyebabkan kematian masal seperti wabah kolera yang terjadi di zaman ‘Umar bin Khaththab dan pada saat terjadinya perang dunia.
63. Harga-harga naik dan muncul kemahalan sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar atau bahkan tiga ratus dirham maka ia tetap tidak puas (kekurangan) karenanya.
64. Fitnah seperti godaan dan kemaksiatan memasuki setiap rumah orang Arab dan selain mereka merupakan tanda kiamat kecil yang nyata sekali terlihat dijaman sekarang. Seperti televisi dan nyanyian-nyanyian yang memasuki setiap rumah.
65. Adanya genjatan senjata dan perdamaian antara kita (kaum Muslim) dengan orang-orang Rum (Eropa dan Amerika). Tanda ini merupakan tanda kecil kiamat yang paling akhir. Karena, setelah peristiwa ini akan terjadi lagi peperangan yang sangat besar dan dasyat. Genjatan senjata dan perdamaian ini sudah mulai berakhir. Jadi, kita saat ini masih dalam masa genjatan senjata dengan Rum (Eropa dan Amerika).
Sabda Rasulullah, “Aku menghitung ada enam perkara yang akan terjadi menjelang hari kamat, yaitu: Kematianku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kemudian kematian masal akibat penyakit wabah. Kemudian melimpahnya uang (harta), sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar, maka ia tetap tidak puas, kemudian muncul fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab. Kemudian adanya genjatan senjata antara umat Islam dengan Bani Ashfar (orang-orang Eropa dan Amerika). Kemudian mereka menghianati kamu, dimana mereka akan menyerangmu di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera itu terdapat dua belas ribu orang tentara.” (Riwayat Bukhari dalam kitab Shahihnya dari ‘Auf bin Malik. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan Thabrani dari mu’adz. Dan didalam Ash Shahihah Al Albaani nomer 1883
66. Armagedon adalah kata-kata yang berasal dari bahasa Ibrani.
“Ar” berarti: gunung atau bukit.
“Mageddo” adalah nama dari sebuah lembah di Palestina, yang mana lembah ini merupakan medan pertempuran yang akan datang tersebut, yang akan membentang dari “Mageddo” di utara sampai ke “Edom” di selatan yang berjarak sekitar dua ratus mil dan sampai ke Laut putih (tengah) di Barat dan ke bukit Mohab di Timur yang berjarak 100 mil. (buku: Ramalan dan Politik, hal.52)
Kata-kata “Armagedon” adalah sebuah istilah yang tidak asing lagi bagi orang-orang ahli kitab (yahudi dan nasrani), yang dapat kita temui dalam kitab-kitab suci mereka, dan dari kajian-kajian para ulama serta peneliti mereka.
Apakah perang Armagedon itu? Perang Armagedon adalah:
1. Peristiwa besar dan perang penghancuran.
2. Pertemuan strategi dari perang raksasa yang sudah dekat waktunya.
3. Perang persekutuan internasional (perang dunia yang akan datang), yakni yang sedang ditunggu oleh seluruh penduduk bumi pada hari ini.
4. Perang Armagedon adalah perang politik dan agama.
5. Ia adalah peperangan raksasa dari banyak pihak.
6. Perang Armagedon adalah awal dari kemusnahan.
7. Ia adalah perang yang dimulai dengan menyeluruhnya ‘perdamaian palsu’, sehingga orang-orang berkata, ‘perdamaian sudah datang’, ‘keamanan sudah datang’, padahal kenyataanya adalah sebaliknya.
67.  Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (dalam kitab Shahihnya) dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya masa menetapmu dibandingkan dengan umat-umat sebelum kamu adalah seperti waktu antara shalat Ashar sampai terbenamnya matahari. Ahli Taurat (Yahudi) telah diberikan kepada mereka kitab Taurat, kemudian mereka mengamalkan kitab tersebut, sehingga apabila telah sampai waktu tengah hari, maka mereka pun ‘lemah’ untuk mengamalkannya. Lalu mereka diberi pahala oleh Allah masing-masing satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada ahli Injil (Nasrani), lalu mereka mengamalkan kitab tersebut sampai waktu shalat Ashar. Dan setelah itu, mereka ‘lemah’ untuk mengamalkannya. Maka mereka pun diberi ganjaran oleh Allah masing-masing satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada kita kitab Alqur’an, dan kita mengamalkannya sampai matahari terbenam. Maka Allah memberi ganjaran kepada kita masing-masing dua qirath. Berkatalah ahli kitab: Wahai Rabb kami, mengapa engkau beri ganjaran kepada mereka (kaum Muslimin) dua qirath, sedangkan amalan kami lebih banyak daripada mereka. Berkata Rasulullah: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab (sambil bertanya): Apakah Aku berlaku zhalim (tidak adil) dalam memberi ganjaran dari amal kalian? Mereka menjawab: Tidak. Allah berkata: Itu adalah karunia yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari pada beberapa tempat dalam kitab Shahinya. Pada kitab Mawaqitu Ash Shalah, Juz. 2, Fathul Baari, hal. 38, cetakan Daar Al Fikri. Juga pada kitab Al Ijarah, Juz.4 hal.445. Juga kitab Ahaadits Al Anbiya’, Juz.6, hal.465. Juga kitab Fadhaail Alqur’an, Juz.9, hal.66. Dan juga kitab At Tauhid, Juz.13, hal.46, dengan sanad yang berbeda-beda)
68.  Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih miliknya sebuah hadits dari Abi Musa Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dimana beliau bersabda:
“Permisalan antara kaum Muslimin dan kaum Yahudi serta kaum Nasrani adalah seperti seorang laki-laki kaya yang mengupah suatu kaum untuk melakukan sebuah pekerjaan untuknya sampai malam. Akan tetapi, kaum tersebut hanya bekerja sampai tengah hari. Dan mereka berkata kepada laki-laki tersebut: Kami tidak memerlukan gaji yang kamu berikan. Kemudian laki-laki itu mengupah suatu kaum yang lain seraya berkata: Sempurnakanlah pekerjaan ini sampai selesai hari ini juga, dan kamu akan mendapatkan gaji seperti yang aku syaratkan. Kemudian kaum tersebut hanya bekerja sampai waktu shalat Ashar dan berkata: Ambillah olehmu apa-apa yang kami kerjakan. Kemudian laki-laki tersebut mengupah suatu kaum yang lain, dan mereka pun bekerja sampai penuh hari tersebut, sehingga terbenam matahari. Dan mereka mendapatkan gaji atas dua kaum sebelum mereka.”
(Juga diriwayatkan oleh Bukhari dalam beberapa tempat. Yakni kitab Mawaqitu Ash Shalah, Juz.2, hal.38. juga kitab Al Ijarah, Juz.4, hal.447. dan anehnya, kita juga menemukan satu teks dalam kitab Injil Matius yang sangat bersesuaian dengan dua hadits Bukhari yang kita ketengahkan diatas yang mana teks tersebut kita muat pada pembahasan selanjutnya, sungguh merupakan sebuah mu’jizat persesuaian.)
Dari kedua hadits tersebut dapat disimpulkan:
a. Waktu kaum Muslimin adalah sejak dari masuknya waktu shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.
b. Waktu kaum Yahudi adalah sejak dari waktu fajar sampai waktu shalat Zhuhur (sama dengan setengah hari)
c. Dan waktu kaum Nasrani adalah sejak dari waktu shalat Zhuhur sampai waktu shalat Ashar.
Dengan demikian berarti waktu yang dimiliki oleh kaum Yahudi adalah sama dengan waktu kaum Muslimin yang ditambahkan dengan waktu kaum Nasrani.
69. Rasulullah bersabda: “Hitunglah ada enam peristiwa yang akan terjadi menjelang kiamat, yaitu kematianku kemudian penaklukan Baitul Maqdis kemudian terjadinya kematian masal yang disebabkan oleh wabah penyakit yang akan menimpamu seperti penyakit Qu’as yang menimpa kambing.”
 Penyakit Qu’as adalah penyakit yang biasanya menimpa hewan ternak. Wabah ini pertama terjadi setelah masa kerasulan Nabi Muhammad terjadi pada masa khalifah Umar bin Khatab di Syam setelah penaklukan kota Baitul Maqdis yang disebut dengan ‘Tha’un Amwas’.
Mereka yang mati disebabkan wabah penyakit ini adalah termasuk dalam kelompok mati syahid bagi siapa yang dikendaki Allah, berdasarkan sabda Rasulullah:
“Kemudian muncullah suatu penyakit terhadap kaum yang akan menjadikan anak cucu kamu dan kamu sendiri sebagai syahid dihadirat Allah.”
(HR. Ibn Majah dan Hakim, telah dishahihkan oleh Al Albaani)
70. Rasulullah bersabda, “Hampir saja umat-umat (selain kamu) memperebutkan kamu dari segala penjuru sebagaimana orang-orang yang sedang makan memperebutkan semangkuk makanan mereka. Para sahabat bertanya: Apakah jumlah kita sedikit pada waktu itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab: Pada saat itu jumlah kamu banyak, akan tetapi keberadaan kamu tak obahnya seperti buih air bah, ketakutan (keseganan) musuh-musuhmu akan tercabut dari dada mereka dan di dada masing-masing kamu terdapat Al Wahan. Para sahabat bertanya: Apakah Al Wahan itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Cinta dunia dan takut akan mati.”
(Hadist hasan diriwayatkan oleh Ahmad)
Telah terbukti, bahwa musuh-musuh kita berebut-rebutan terhadap kita kaum muslimin semenjak jatuhnya khilafah Islamiyah oleh tangan manusia durjana yang berdosa ‘Mustafa Kamal Attaturk’, umat Islam tepecah-pecah menjadi Negara-negara kecil yang saling bermusuhan yang disebabkan oleh kepentingan dan ambisi dalam negeri masing-masing sedangkan segala permusuhan tersebut tidak terlepas dari skenario halus dan perencanaan syaitan dengan syi’ar: “Hancurkan Islam dan musnahkan pemeluknya.”
Kekhalifahan Islam telah jatuh dan laki-laki yang sakit (kekhalifahan Turki ‘Utsmani) telah terbunuh di Turki oleh tangan seorang penjahat yang mengaku sebagai dokter yang akan menyembuhkan penyakit si penderita. Dan untuk membangkitkan kekhalifahan, tiba-tiba yang diobatinya mati mendadak disebabkan oleh ramuan-ramuan yang diberikannya. Si antek penjajah itu (Mustafa Kamal Attaturk) telah menumbangkan kekhalifahan Islam dan menggantinya dengan ‘Sekularisme’ yang terkutuk. Betapa sangat buruk apa-apa yang dia jadikan sebagai gantinya.