-->
A B C D E F G H I J K L

Tanya Jawab Online

Sebuah tulisan Prof. Saefur Rochmat (UNY) tentang budaya antri yang telah sukses dikembangkan oleh orang Barat sangat menginspirasi. Sementara kita tahu pada negara Muslim masih sangat jauh dari budaya itu. Bahkan pada saat ibadah haji pun terlihat Muslim begitu berebutan saat akan naik kendaraan perjalanan Makkah Madinah maupun saat akan menjalankan rukun haji yang lain. Di sini peran ulama sangat diperlukan untuk mengembangkan budaya antri pada umat.

Mungkin umat tidak terlalu peduli dengan antri karena dianggapnya sebuah hal yang remeh temeh, yang tidak ada bandingannya dengan ibadah lain yang full pahala. Jika dibandingkan dengan sholat, puasa, sedekah, dzikir Dan sebagainya, antri sedemikian sederhana. Namun yang terjadi adalah, manusia sibuk untuk menuju kepada Allah (hablumminallah) dan melupakan (bahkan saling sikut) dengan sesama manusia (hablumminannas) yang mana keduanya harus seimbang.
Padahal secara instrument baik dalil aqli maupun naqli sedemikian lengkap. Seperti contohnya, antri yang mana komponen utamanya adalah "sabar". Bukankah ada dalil yang mengatakan bahwa "Allah bersama orang-orang yang sabar". Kenapa kok tidak mau menjalankan?

Orang Barat dan Jepang telah berhasil menjalankan antri sebagai budaya yang bermanfaat tidak hanya bagi orang lain tetapi juga bermanfaat bagi diri. Seorang Jepang yang saya tanyai pernah mengatakan sebenarnya antri itu adalah penghargaan kepada diri karena jika semua lancar maka diri sendiri juga ter-untung-kan.

Alasan klasik selalu dikatakan umat dengan mengatakan bahwa "semua tergantung orangnya". Atau "orang sini memang sudah seperti ini" sehingga seolah sudah menjadi sesuatu yang "fixed" dan tidak bisa dirubah. Padahal ajaran Islam begitu agung, begitu luhur, begitu kaya akan muamalah yang baik. Tetapi herannya dalam kondisi seperti itu justru umat Islam kehilangan kemampuan untuk melakukan sebuah budaya yang sangat bermanfaat yaitu antri.

Bagaikan ayam bertelur di atas padi mati kelaparan.

Judul asli "BISAKAH MUSLIM BERBUDAYA ANTRI?"
Harudi
Kuncinya Ilmu ( مفتاح العلوم )

Kunci Ilmu adalah bertanya. Orang yang sering bertanya tentang Ilmu, maka ia akan lebih banyak mendapatkan Ilmu dibandingkan dengan orang yang jarang bertanya, atau bahkan tidak mau bertanya sama sekali. Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad berkata :

والسؤال مفتاح يتوصل به إلى ما في الصدور من معاني العلوم وأسرار الغيوب

Bertanya adalah sebuah kunci yang bisa menyampaikan terhadap apa yang ada di dalam hati dari Makna Ilmu dan rahasia yang tersimpan.

Seorang yang berilmu, akan menyampaikan Ilmu-ilmu yang tersimpan di dalam hatinya ketika ada orang yang menanyakan tentang perkara yang berkaitan dengan Ilmu tersebut. Sehingga apabila tidak ada orang yang bertanya kepadanya, maka rahasia ilmu dan Intisari Ilmu tidak akan keluar dari sarangnya, yaitu hatinya para Ulama'. Seseorang tidak akan bisa sampai kedalam rumah dan mengetahui isi rumah tersebut, terkecuali apabila ia membuka pintu rumah tersebut dan kemudian memasukinya. Begitu juga seseorang tidak bisa mengetahui Ilmu yang berada di hatinya para Ulama' terkecuali apabila ia membukanya dan masuk kedalamnya, dan cara membukanya adalah dengan bertanya kepada mereka.

Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad berkata :

إعلم : أن السؤال في موضع الحاجة وفي مواطن إشكال، ولطلب المزيد من العلم والإستبصار، مما جرت عليه عادة الأخيار

Ketahuilah, sesungguhnya bertanya dalam keadaan memerlukan, di waktu Isykal/ bingung, dan karena tujuan menambah pengetahuan dan pencerahan, adalah kebiasaan orang- orang yang baik.

Bertanya adalah kebiasaan orang- orang yang baik. Demikian itu apabila dilakukan : 
• Ketika memerlukan untuk bertanya.
• Ketika adanya kemusykilan atau kebingungan yang bisa selesai dengan cara ditanyakan.
• Ketika ada tujuan menambah Ilmu pengetahuan dan pencerahan.

Di dalam Al Qur'an sendiri ada banyak ayat yang menganjurkan agar bertanya kepada orang-orang yang berilmu. Diantaranya yang disebutkan oleh Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad adalah: 

Surat Yunus ayat 94 , surat An Nahl ayat 43.
.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Aalihi Wa Shohbihi Wasallim.
---------------------------------------
SILAHKAN DI BAGIKAN/SHARE, SEMOGA BERMANFAAT.
---------------------------------------
*** YANG DI ANJURKAN HABIB MUNZIR AL MUSAWA ***
* Habib Munzir AlMusawa: "Anda carilah kitab terjemahan Syamail Muhammadiyah oleh Imam Tirmdziy, terjemahannya namanya : "Budi Pekerti Rasulullah saw". semua orang yg baca buku itu langsung mimpi Rasul saw, karena buku itu memaparkan seluruh budi pekerti Rasul saw, cara duduknya, cara menyisirnya, cara berpakaiannya, cara brjalannya, maka orang yg membacanya dg seksama maka akan terbayang dalam alam pikirannya sosok sang Nabi saw, lalu muncullah dahsyatnya kerinduan, maka beliau pun muncul dalam mimpi. Bacalah buku syamail Muhammadiyah,orang yg membaca buku itu, seakan seluruh sifat dan gerak gerik nabi saw sudah menerangi jiwanya, maka ia insya Allah semakin terbuka tabir antaranya dg Rasul saw.
Sungguh buku itu akan membangkitkan cinta pada Rasul saw, dan itu adalah bacaan para pecinta Rasul saw. dalam buku itu bila kita membacanya seakan akan Rasul saw sudah didepan kita."